![]() |
| Hibiscus |
Hibiscus menceritakan sebuah kasus pembunuhan misterius yang cukup seru. Sulit menebak siapa pelakunya karena TKP-nya membingungkan dan orang-orang yang dicurigai punya motif yang macam-macam. Mengambil setting di pulau Bali, banyak acara jalan-jalan ke berbagai tempat wisata. Banyak yang sudah sering aku dengar, banyak pula tempat yang baru aku tahu. Dan karena turis bulenya dari Prancis, ungkapan dan percakapannya dicampur dengan bahasa Inggris dan Prancis.
Sampai pertengahan cerita, Bagas dan jajarannya belum juga menemukan titik terang. Tapi satu persatu saksi yang dicurigai mulai berguguran dengan sendirinya. Aku sangat lega karena agak susah menghafalkan nama-nama dan latar belakang mereka. Lalu tiba-tiba ada sedikit twist-nya yang mengejutkan. Sayangnya penjelasan selanjutnya tidak begitu memuaskan. Pelaku terungkap karena suatu barang yang sudah diamankan sebagai barang bukti sejak lama. Jadi pemecahan misteri ini tinggal menunggu waktu saja.
Ketika akhirnya terungkap, ya hanya terungkap. Tidak ada pengakuan langsung dari pelaku untuk menjelaskan apa motif sebenarnya, bagaimana dia melakukan pembunuhan tersebut, apa arti dari perilaku aneh korban sebelumnya, dan hal lainnya yang dari awal membuatku penasaran. Sama seperti pelakunya, tokoh-tokoh lain pun tidak diberi latar belakang lebih dalam yang bisa membuat pembaca jatuh cinta. Bagas, yang merupakan tokoh utama pun tidak terlibat langsung. Orang-orang dia suruh, seperti Winih, malah mengalami kejadian menegangkan dan menemukan bukti-bukti baru. Kecurigaan kepada Bagas pun datang telat. Padahal kalau Bagas ini diberi rintangan yang lebih berat, ceritanya mungkin akan lebih seru.
Penerbit : Benteng Pustaka
Penulis : Agnes Arina
